RSS Feed

Resep rendang sederhana tapi mantap…..

Posted on


Selama ini aku selalu nggak bisa bikin rendang, rasanya selalu aneh, nggak jelas rasa kare atau gudeg. hi…hi…hi….
Mungkin karena pake santen kaleng (nyalahin santennya lagi. Dasar !! he…he…).

Suatu hari ada teman (Devi)tinggal di Den Haag yang ibunya datang berkunjung dari Jakarta. Beliau orang Padang dan pinter bikin rendang walaupun pake resep sederhana dengan bumbu-bumbu yang tersedia di sini. Akhirnya aku menimba ilmu dari beliau. Pergi khusus ke Den Haag hanya untuk berguru ilmu dari beliau (niat amat ya gue…). Dari situ aku belajar kesalahanku selama ini. Terimakasih untuk ibunya Devi dan Devi yang sudah bersedia untuk berbagi rahasia dapur.

Satu hal lagi adalah karena di sini nggak ada cabe giling, beliau menggunakan sambel oelek. Padahal aku dulu paling mencela sambel oelek bikinan Londo ini. Sambel kok cuma asin thok (beliau malah bilang nggak hanya asin tapi juga asem). Ternyata sambel oelek bikinan Londo cuma diperlakukan sebagai cabe giling, jangan diperlakukan sebagai sambel oelek. Aku dikasih tahu Devi merk sambel oelek yang halus gilingannya. Ini nih resep beliau:

Bahan:

1 kg daging tanpa lemak (waktu itu pake biefstuk atau beef steak)

2 bawang merah, rajang (sekitar 50 gram)

1 buah sereh memarkan

1 lembar daun salam

7,5 sendok teh sambel oelek (bisa dikurangi kalau terlalu pedas)

1 kaleng santan kental (400 ml)

Bumbu halus:

1 bongkol bawang putih (55 gram)

2 ruas jahe (100 gram)

2 bawang merah (50 gram)

1 lembar daun jeruk

Bumbu bubuk:

2 sdt pala

1 sdt ketumbar

½ sdt peres pekak (star anise)

½ sdt peres kayu manis

Semua bahan bubuk ini dicampur dan dikasih air sedikit

Aku foto-in juga beberapa bumbunya, dasar kurang kerjaan.

Ini gambar bawang merah (4 biji) dan bawang putih (1 bongkol) yang digunakan. Pokoknya 2 bawang merah dirajang untuk ditumis dan 2 sisanya untuk dijadikan bumbu halus.

Jahenya pakenya segini. Waktu sampai rumah, aku ambil jahe dengan jumlah yang sama, dan aku timbang beratnya sebesar 100 gram. Kata ibunya Devi, jahenya harus banyak supaya enak. Jahe nggak bikin daging pahit. Dan ternyata memang benar.

Cara:

1. Potong daging memanjang

2. Kemudian potong melintang

2. Panaskan minyak di wajan. Lihat banyaknya minyak.

3. Tumis bawang merah sampai harum. Bawang merah di sini gede (bukan red onion lho ya tapi brambang atau sjalot atau shallot). Jadi 2 biji brambang sudah banyak.

4. Masukkan bumbu halus dan tumis sampai harum. Ini nih bumbu halusnya. Diblender saja, maklum males nguleg atau nggiling.

5. Masukkan sambel oelek 6 sdt dan tumis sampai betul-betul harum.

Merk ini nih yang dipake (bukan promosi, karena nggak dapat komisi). Gilingan cabenya alus. Tapi jangan lupa, rasanya asin. Jadi tidak perlu pake garam lagi rendangnya. Oh ya, karena sudah asem, nggak perlu asem kandis takut makin asem.

6. Masukkan daging dan aduk

7. Masukkan bumbu bubuk

8. Masukkan sereh dan daun kunyit serta daun salam

9. Masukkan santan. Ini merk santennya, pokoknya cari santan yang kental.

10. Jika kurang cabe tambahkan 1,5 sdt sambel oelek. Pokonya harus diicipi dulu.

11. Jangan lupa sering diaduk tapi jangan sampai hancur dagingnya.

Ini nih proses pematangannya:

Ini setelah dikasih santan, warnanya kayak gini

Terus setelah itu kayak gini:

Terus lama-lama jadi hitam. Kata Devi yang bikin hitam adalah palanya.

Kalau Leo sukanya yang kering banget sampai asat nggak ada airnya. Ini gambar yang sudah dikeringkan, tapi blondo (santan/kelapa kering) nya sudah habis duluan. Daging nya juga sudah banyak yang dimakan. he…he…he… Waktu itu sebelum dikeringkan, aku potong-potong kecil-kecil dulu supaya kalau dia makan nggak perlu pake pisau. Lha dia cara makan rendang kayak makan beef steak, harus pake pisau kalau dagingnya gede. Oh ya, walaupun diasatin, dagingnya nggak hancur atau keras. Tapi malah empuk enak.

Leo suka sekali rendang ini. Resepnya sederhana, tapi hasilnya mantap. Kata Leo: “I have to admit that she knows how to make rendang…she is very professional….het is erg lekker”

Lega aku akhirnya punya resep yang pas untuk dia (dan tentu saja untukku sendiri). Maklum selama ini kalau aku bikin rendang rasanya aneh padahal Leo sudah pernah makan rendang di Indonesia, jadi dia tahu persis rasa rendang yang enak kayak apa.

Ucapan terimakasih teriring untuk ibunya Devi, the chef…..

60 responses »

  1. ursularobo said: Lam kenal yah…….aduh aku tuh lagi cari2 resep rendang, cari di google, ternyata aku masuk MPmu….boleh dikopi yah…………? thanks banget lam kenal juga………….

    Mbak Sri, saya tinggal di LA, kmrn cari2 resep padang karena ada acara makan2 masakan indonesia. Rasanya enak sekali persis seperti RM Sederhana favorite saya. Cuman ada sedikit masalah nih, kok dagingnya keras sekali ya? Pertama saya pake beef stew (chunk) yg byk seratnya, sudah ampir 6 jam masih keras aja, akhirnya saya tinggal tidur, bangun2 dah hitam bawahnya karena hangus. Besoknya karena penasaran, saya pake daging yg buat beefsteak, namanya top loin, saya pikir bisa lebih cepet lembut. Sama lebih 6 jam, berhubung gak ada waktu, saya sajiin ke tamu2 apa adanya, mereka suka, cuman menurut mereka dagingnya alot…memang sih, abis makan rahang saya pegel jg…tp bumbunya enak. Teman saya bilang harusnya dagingnya direbus dulu sampai empuk baru masukin bumbu2nya. Ada saran apa gak ya Mbak? Thank you berat!!!

    Reply
  2. ursularobo said: Lam kenal yah…….aduh aku tuh lagi cari2 resep rendang, cari di google, ternyata aku masuk MPmu….boleh dikopi yah…………? thanks banget lam kenal juga………….

    bedankt voor de recept mbak🙂 jadi resep andalan ku ini hehe *bookmark this page* sudah sering di pakai ini resep :)) selalu oke rasanya….

    Reply
  3. Salam kenal mbak🙂
    Saya baru coba resep ini, ternyata praktis dan jadinya enaaakk banget.
    Ijin share resepnya boleh ya, mbak?
    Terima kasih.

    Reply
  4. Pingback: Kesalahan Pemula (2) – Rendang Chronicle | Being Ine

  5. afiiarifiani

    salam kenal ya mba😀
    akhirnya bisa nemu resep rendang yang cocok dengan bahan yang sesuai..
    aku lagi di belanda, mau bikin rendang tapi bingung karena resep-resep lain banyak bahan yang aku gak bisa nemu..
    thank you berat mba🙂

    Reply
  6. ubugibabyshop

    Mbak koq di aku fotonya gak keluar sama sekali ya? Cm ada tulisannya doank..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: