RSS Feed

Mengapa lapis legit disebut spekkoek?

Posted on

Atau malah kebalikan ya? he…he…he…tapi kata Leo, spekkoek berasal dari kata “spek” dan “koek”. Huruf “e” dalam kata “spek” dibaca seperti huruf “e” dalam kata “ember”, bukan huruf “e” dalam kata “Medan”. Sedangkan koek dibaca “kuk”. Jadi sekarang tahu kan bagaimana mengucapkan kata “spekkoek”? Dan jangan lupa pula kalau kata “spekkoek” mengandungi 2 huruf “k” yaitu dari kata “spek” dan kata “koek”. Jadi yang betul penulisannya adalah spekkoek bukan spekoek.

Spek sendiri artinya bacon. Kalau dari wikipedia di sini, disebutkan kalau spek artinya daging babi yang banyak mengandung lemak, biasanya bagian perut dan punggung. Tapi spekkoek memang tidak mengandung pork. Tapi kemudian mengapa disebut spekkoek? Ini karena kemasan spek biasanya disusun berlapis-lapis. Misalnya seperti pada gambar di bawah ini:

Ini adalah spek yang kebetulan sudah di-marinate

atau seperti ini:

Koek artinya adalah cake. Karena lapis legit penampakannya juga berlapis-lapis (kalau nggak berlapis-lapis kan nggak bakalan disebut lapis legit yak?), maka dalam bahasa Belanda, lapis legit disebut spekkoek. Jadi sekarang tahu kan kenapa lapis legit disebut spekkoek? Atau malah spekkoek disebut lapis legit?

Catatan: gambar aku ambil dari supermarket Albert Heijn. Cuma ngambil gambar doang, karena kami nggak makan pork, maka nggak beli. Ini ngambilnya juga pake HP dan nyolong-nyolong, takut ketangkep. he…he…he….

66 responses »

  1. dianlantinga said: Disini di sebut SPEKKOEK tapi di Indonesia disebut lapis legit.

    eyalah baru ngerti mbakyu sejarahnya…maturnuwun….

    Reply
  2. dianlantinga said: Disini di sebut SPEKKOEK tapi di Indonesia disebut lapis legit.

    Mbak, kalo menurut salah satu kontakku nih, Pak Dokter yang suka masak, ‘spek’ di situ bukan dari kata ‘spek’ yang berarti lemak babi, tapi singkatan dari ‘specericeen’ (betul nggak sih nulisnya) yang artinya bumbu rempah-rempah. Lengkapnya bisa dilihat di sini: http://mmamir38.multiply.com/journal/item/83/Spekkoek_kue_jadul_penuh_pesona_yang_semakin_langkaAda resepnya juga kalo ada yang mau nyontek, beliau malah senang…

    Reply
  3. dianlantinga said: Disini di sebut SPEKKOEK tapi di Indonesia disebut lapis legit.

    ic..ic .. *manggut..manggut sambil nyemil lapis legit hihihihihi…

    Reply
  4. banyumili said: eyalah baru ngerti mbakyu sejarahnya…maturnuwun….

    Ini kan salah satu pendapat saja. Banyak pendapat lain yang mengatakan hal lainnya…

    Reply
  5. tsuroiya said: Mbak, kalo menurut salah satu kontakku nih, Pak Dokter yang suka masak, ‘spek’ di situ bukan dari kata ‘spek’ yang berarti lemak babi, tapi singkatan dari ‘specericeen’ (betul nggak sih nulisnya) yang artinya bumbu rempah-rempah. Lengkapnya bisa dilihat di sini: http://mmamir38.multiply.com/journal/item/83/Spekkoek_kue_jadul_penuh_pesona_yang_semakin_langkaAda resepnya juga kalo ada yang mau nyontek, beliau malah senang…

    Thanks atas infonya. Jadi ternyata ada berbagai macam pendapat ya? Bisa juga dibaca pendapat yang dikemukakan dimas Yanuar di atas. Blio bilang kata temannya yang orang Belanda memang spekkoek dulunya dibuat dari minyak babi. Yang jelas sih kalau dari wikipedia, disebutkan kalau cake tersebut asalnya dari Jerman. Bisa dilihat di sini: http://nl.wikipedia.org/wiki/Spekkoek, bukan asli Indonesia.

    Reply
  6. fitrids said: ic..ic .. *manggut..manggut sambil nyemil lapis legit hihihihihi…

    Kalau dibaca komentar dari teman-teman di atas ternyata ada berbagai macam pendapat. Tapi sing penting enak yo….

    Reply
  7. fitrids said: ic..ic .. *manggut..manggut sambil nyemil lapis legit hihihihihi…

    makasih infonya say,jadi nambah ilmu nih aku..

    Reply
  8. yenisfamilyblog said: makasih infonya say,jadi nambah ilmu nih aku..

    Bisa dilihat juga komentar dari teman-teman lain misalnya pak Yanuar dan jeng Ienas di atas. Jadi kita lebih tahu bahwa orang punya pendapat macem-macem tentang cake ini.

    Reply
  9. cutyfruty said: Thanks atas infonya. Jadi ternyata ada berbagai macam pendapat ya?

    Sama-sama…Aku sih nggak peduli yang bener yang mana, pokoknya nikmatin aja kuenya, hehehehe…Udah masuk daftar tuh, Mbak, entah kapan mau dipraktekkan, abis kayaknya lamaaa banget masaknya..

    Reply
  10. tsuroiya said: Sama-sama…Aku sih nggak peduli yang bener yang mana, pokoknya nikmatin aja kuenya, hehehehe…Udah masuk daftar tuh, Mbak, entah kapan mau dipraktekkan, abis kayaknya lamaaa banget masaknya..

    Sing penting enak. Iya to? Resepnya juga macem-macem. Ada yang telurnya 30 tanpa putih telur sama sekali. Ada yang pake butter saja, ada yang campuran butter dan margarine. Aku sekarang selalu usaha cari resep yang irit telur dan mengganti butter dengan margarine. Ora enak sithik yo ra po-po lah.

    Reply
  11. tsuroiya said: Sama-sama…Aku sih nggak peduli yang bener yang mana, pokoknya nikmatin aja kuenya, hehehehe…Udah masuk daftar tuh, Mbak, entah kapan mau dipraktekkan, abis kayaknya lamaaa banget masaknya..

    Aku suka sekali makan kue ini! Tapi ada kemungkinan seumur hidup aku nggak akan pernah bikin kue ini karena terlalu rumit. Jadi aku akan kompromi dengan beli kue spekuk yang dijual aja. Aku bahkan bisa beli kue ini lewat internet! Viva spekkoek!!!

    Reply
  12. laksmiharyanto said: Aku suka sekali makan kue ini! Tapi ada kemungkinan seumur hidup aku nggak akan pernah bikin kue ini karena terlalu rumit. Jadi aku akan kompromi dengan beli kue spekuk yang dijual aja. Aku bahkan bisa beli kue ini lewat internet! Viva spekkoek!!!

    Aku disini malah belum pernah beli spekkoek. Bisa juga sih beli di internet, selain beli di toko Asia. Tapi ada teman yang bilang katanya yang dijual di toko Asia rasanyanggak enak dan kering. Tapi yang jelas mahal. Jadi ya sudahlah, akhirnya aku bikin sendiri. Sekalian belajar, siapa tahu bisa untuk dijual.

    Reply
  13. laksmiharyanto said: Aku suka sekali makan kue ini! Tapi ada kemungkinan seumur hidup aku nggak akan pernah bikin kue ini karena terlalu rumit. Jadi aku akan kompromi dengan beli kue spekuk yang dijual aja. Aku bahkan bisa beli kue ini lewat internet! Viva spekkoek!!!

    hihihi. loe rajin banget deh sempet sempetnya nyolong foto di albert heinj. ketahuan difoto juga gak apa apa kali lah.. wong tiap minggu produknya nongon juga di buku aanbiedingen yang dikirim ke rumah kan? hehehe… rajin emang loe dan niat lagi..hihihihi…

    Reply
  14. sufiyahni said: hihihi. loe rajin banget deh sempet sempetnya nyolong foto di albert heinj. ketahuan difoto juga gak apa apa kali lah.. wong tiap minggu produknya nongon juga di buku aanbiedingen yang dikirim ke rumah kan? hehehe… rajin emang loe dan niat lagi..hihihihi…

    Hi…hi…hi…waktu itu juga iseng. Aku kan nggak pernah beli spek, jadi kan nggak pernah perhatiin susunan spek itu kayak apa. Ternyata memang berlapis-lapis…..

    Reply
  15. sufiyahni said: hihihi. loe rajin banget deh sempet sempetnya nyolong foto di albert heinj. ketahuan difoto juga gak apa apa kali lah.. wong tiap minggu produknya nongon juga di buku aanbiedingen yang dikirim ke rumah kan? hehehe… rajin emang loe dan niat lagi..hihihihi…

    wah tfs ilmunya nih mbak Sri…

    Reply
  16. zubiayusuf said: wah tfs ilmunya nih mbak Sri…

    Sama-sama. Bisa juga dilihat dari komentar teman-teman di atas. Menurutku ya bener semua….Kalau dari wikipedia yang berbahasa Belanda aku baca spekkoek justru aslinya dari Jerman lho…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: